Masalahnya adalah Nissan Leaf yang dijual di Australia berbeda spesifikasi dengan Nissan Leaf yang dijual di wilayah lain.
Di Benua Kangguru itu, mobil listrik buatan Jepang itu tidak memiliki kemampuan Vehicle to Grid atau Vehicle to Home. Jadi sama sekali belum mampu mengaliri listrik ke rumah secara langsung.
Baca Juga:
Sambut Nataru, PLN dan Mitra Siapkan 4.514 SPKLU di 2.862 Titik serta 69.000 Personel di 3.392 Posko Nasional, ALPERKLINAS: Mobil Listrik Aman Dibawa Mudik
Beruntung Shane Maher memiliki kemampuan teknis yang cukup di bidang kelistrikan.
Dia kemudian membeli sebuah inverter yang digunakan untuk mengalirkan listrik yang ada di Nissan Leaf ke rumah mereka.
Berkat inverter itu, pasangan Shane Maher dan Karen Maher bisa terus menggunakan pemanas air, freezer dan mengisi baterai ponsel serta tablet. Listrik yang ada di Nissan Leaf juga bisa menyalakan lampu di rumah mereka.
Baca Juga:
Bupati Dairi: Penggunaan Energi Listrik Saat Ini Merupakan Sebuah Tuntutan Zaman
"Kami senang dengan solusi yang ada saat ini. Hanya saja masalahnya adalah keterbatasan charging station di Canberra membuat kami kesulitan untuk mengisi ulang baterai mobil listrik ini," ujarnya.
Menurut Karen Maher saat ini di Ibu Kota Australia itu hanya ada 4 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Mereka harus berebutan dengan pemilik mobil listrik lainnya untuk mengisi ulang baterai mobil listrik tersebut. [Tio]